Di dalam Kundalini terkandung energi yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam.
Cara membangkitkan serta mengembangkan pusat energi tersebut selain dengan olah nafas dan gerak, juga wajib di perhatikan yaitu selalu ingat kepada sang pencipta dan senantiasa menjadikan yang di ciptakan serta kejadian semua merupakan ayat ayat Allah yang tersirat.
“ Maka ingatlah kepada Ku niscaya Aku akan mengingat mu” ( Qs Al- Baqarah : 152 )
Untuk itu berpeganglah atas lima yaitu :
1. NAFAS : Nafas ialah sumber kehidupan manusia yang menjadikan kekuatan. dengan nafas teratur akan menimbulkan kesabaran serta dapat membantu membangkitkan kekuatan diri yang senyawa bersatu pada kekuatan alam.
“ Jadikanlah sabar dan Shalat sebagai penolong mu” ( Qs Al- Baqarah : 45 )
2. DARAH : Dalam darah yang bersih lah kekuatan itu dapat tercipta.
Untuk menjadikan darah bersih, yang harus di lakukan adalah bernafas teratur tenang di iringi gerak sebagai pelancar jalannya darah.
3. DOA : Dengan nafas tenang dan darah yang mengalir bersih, jelas sebagai umat yang bertuhan belum lengkap bila tidak di iringi do’a di dalam kehidupan
“ Doa adalah merupakan otaknya Ibadah”( Al Hadist )
“ Berdo’alahkepada Ku niscaya akan Ku perkenankan bagi mu” (Qs Al Mu’min:6)
4. KEYAKINAN : Apabila setelah tiga dasar di atas sudah di jalankan tak akan ada apa apanya bila tidak ada keyakinan.
“Janganlah kalian pesimis dalam berdo’a, karena seseorang tidak akan binasa bila ia berdo’a ( Hadist Riwayat Anas ).
“ Sesungguhnya bukan Allah tidak membukakan jalan buat kalian, tetapi prasangkalah yang membuat terhalangnya kemajuan”( Hadist Riwayat Bukhari )
5. USAHA : Setelah empat dasar merasa di mengerti dan dijalani, maka berusahalah karena keterbatasan kita sebagai manusia di wajibkan untuk usaha atau berikhtiar.
Dalam pembangkitan serta pengembangan kekuatan tenaga dalam diri, gerak serta ketekunan juga merupakan suatu usaha.
KESIMPULAN :
Dengan nafas tenang darah mengalir sehat, dengan nafas tenang do’a pun insya Allah lancar, karena “ Doa seseorang dari kalian akan di kabulkan selama ia tidak terburu buru” ( Hadist riwayat Abi Hurairah ),
dengan nafas tenang, darah menjadi sehat, di iringi doa dan keyakinan dan tidak meninggalkan usaha insya Allah akan timbul dan bangkitlah kekuatan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar